Senin, 21 Mei 2012

Secret Admirer, Cinta atau Hanya Kagum?


Long weekend yeah! Meskipun sebenarnya weekend gak weekend tetap saja sama menurut saya. Tapi kali ini ceritanya bukan tentang liburan ya.

Sebelum weekend yang boring ini, saya sempat jalan-jalan ke tempat kerja dulu yang di cabang Daya. Saya bela-belain datang dari jauh cuma buat ngopy serial TV favorit saya. Glee season 3, 2 Broke Girls dan New Girl. Khusus dua serial yang terakhir saya sebutkan barusan sebenarnya bukan serial TV saya banget-lah mamen. Tapi karena saya disuruh nonton sama kak Ayu (teman kerja dulu yang freak banget sama film serial barat) jadilah saya ikut-ikutan suka, haha... Tapi untuk kali ini saya gak bakal cerita tentang kesukaan saya akan tiga serial ini.

Setelah ngopy serial TV tadi, saya diajak ngobrol-ngobrol sama Sri. Maklum lah saya ini banyak yang ngangenin. haha... Oh iya, Sri ini pernah saya ceritakan di postingan-postingan sebelumnya.

Ngobrolnya berbobot banget bro, disamping karena Sri-nya memang yang ‘berbobot’ dia juga suka memakai sepatu ‘Bot’ kalau bobo. halah...
Semua topik pembicaraan dilibas. Mulai dari nanya-nanya perbaikan skripshit saya (perhatian banget dia ya), teman-teman jurusannya yang wisuda september tahun lalu yang belum dapat kerja, tentang isi blog saya yang galau mulu, tentang masa depan kita berdua, sampai pada tentor-tentor dia yang dulunya menarik sekarang sudah tidak menarik.

Khusus yang terakhir itu kayaknya menarik untuk saya bahas.

Well, Sri bilang kalo dulunya dia pernah naksir sama seorang tentor karena kharisma-nya gak nahan. Suka kajili-jili bin alay kalo tau tentor itu akan ngajar di kelasnya. Suka semangat 45 pas si tentor sedang ngajar. Suka ngegosip cas-cis-cus ala gadis belia labil kalau lagi ngumpul sesama kaum-nya, dan bahan gosipnya adalah si tentor yang tadi. Oh my Goat...

Tapi itu bertahun-tahun yang lalu. Sekarang? Dia bahkan sudah agak lupa-lupa-ingat kalau pernah jadi secret admirer-nya si tentor bersangkutan. Katanya Sri sempat ketemu dengan tentor itu di Mall beberapa hari yang lalu. Tapi perasaan Sri biasa-biasa saja. Sudah gak kajili-jili lagi kayak dulu. Mungkin karena seiring berjalannya waktu, seiring seringnya Sri bertemu dengan banyak cowok rupawan seperti saya ini, seiring banyaknya masalah yang silih berganti menerpa yang membuat kita termasuk Sri menjadi selfish, atau bisa jadi karena cepat bosan juga.

Dalam kasus yang lain, mungkin kita pernah mengagumi seseorang di facebook atau twitter. Kemudian kita berusaha mendapatkan perhatiannya dengan sering me-like statusnya, mengomentari statusnya, me-Retweet setiap tweet-nya, dsb. Lalu berusaha mendapatkan nomornya. Untung-untungan bisa bertemu dengan sang pujaan. Namun setelah apa yang kita dapatkan tercapai, ya semuanya kemudian seolah biasa saja.

Saya lalu berpikir, ya inilah hidup. Kadang ada orang yang begitu sangat suka dengan kita, sangat mengagumi kita, tapi seiring berjalannya waktu perasaan-nya ke kita pun lama-lama menyusut bahkan lenyap. Inilah yang disebut hanya sebatas kekaguman. Sangat berbeda jauh dengan sayang atau cinta yang tidak mengenal waktu dan tidak mengalami penyusutan/depresiasi.

Tapi semuanya tergantung dari pribadi masing-masing.
sumber gambar: canondee.blogspot.com   

Tentor: Guru di bimbingan belajar

Selasa, 15 Mei 2012

Gara-Gara Twitter



Pasti yang lagi baca blog-saya-yang-absurd ini punya account facebook dan twitter kan? Gak bisa lepas dari social media itu  kan? Tangan gatal dan tidur gak nyenyak kalau gak update status atau nge-twit dalam sehari kan? Kalo semua kamu jawab “iya” berarti kamu termasuk social-media-junkee. Istilah apa itu? Itu mah bisa-bisanya saya saja ngasih istilah, hehe :D

Kalau saya sih sudah malas buka facebook. Walau kadang sesekali ngintip status orang atau hanya sekedar nge-cek siapa teman yang lagi ulang tahun, kemudian ngasih ucapan ke wall-nya. Bisa dibilang tingkat kecanduan saya akan facebook berada di level “2” dengan skala penilaian 1 sampai 10. Padahal dulu, dulu banget, bisa update status 10 kali dalam sehari. Alay banget mamennn! :))

Nah, sekarang tuh saya lagi candu sama twitter. Saya punya account twitter semenjak Oktober 2009. Tapi mulai aktif nge-twit di pertengahan tahun 2010. Meskipun begitu, follower saya belum sampai 200 biji. Haha...

Enaknya main twitter itu kalau ada yang lagi main hestek becanda-becandaan. Twit-twit-nya malah bisa bikin sakit perut gara-gara ketawa. Yang twit-nya paling gokil pasti paling banyak di-retweet. Efek dari retweet yang banyak maka akan mendatangkan follower yang banyak pula (#TeoriSukaSuka). Walaupun kadang twit-nya malah bernada menyinggung dan becandaannya melampaui batas. But for me, it’s OK. Menurut saya, sebaiknya gak usah main twitter deh kalau cepat tersinggung! But, that’s your choice. Kamu bisa unfollow orang dengan twit-twit yang gak kamu suka.

Nah, bicara soal unfollow, banyak banget masalah yang ditimbulkan akibat tindakan ini. Dulu, dulu banget, waktu masih awal-awalnya main twitter, kalau di unfollow sama orang, apalagi teman sendiri, bikin sakit hati. Bikin emosi. In other words, unfollow berarti kamu memutuskan tali persaudaraan kita! #Apeuuu. Sebab, follower saya sedikiiiit banget. Masak you tega membuat follower saya berkurang lagi? Gak eksis dong gue. Haha... Tapi itu dulu ya!

Sekarang, seiring bertambahnya umur, seiring makin dewasanya pikiran, unfollow mah udah gak saya urusin. Sudah tidak jadi beban pikiran dan perasaan. Sebab follow dan unfollow merupakan pilihan setiap orang. Sama halnya dengan memilih calon Gubernur masa depan. Kalau kamu suka twit-twit saya, kalau kamu merasa mengenal saya, dan kalau kamu ada “hati” dengan saya, silakan follow. Sebaliknya, kalau kamu gak suka twit-twit saya dan merasa bahwa saya annoying silakan unfollow. Toh saya gak bakal rugi secara  fisik dan financial. Kamu juga gitu kan? Toh mem-follow gak bayar kok, apalagi di unfollow. (Biaya pulsa internet tidak termasuk).

Trus, apakah saya pernah di unfollow oleh teman? Jawabannya pernah! Teman kuliah malah, suka becanda-becanda gak jelas di koridor fuckultas, suka pinjem catatan kuliah, suka nyapa-nyapa kalau tetiba berpapasan di mall. Dia dengan pacarnya, saya lagi jalan sendirian. Eh, curcol! :))
Mungkin waktu itu saya nge-twit menyinggung suatu masalah yang tidak saya tujukan untuk dia, tapi mungkin membuat dia merasa dan tersinggung. Atau entahlah...

Terus efeknya? Saya sedih. Saya galau (#halah). Terus saya langsung unfollow dia juga. Eh, tapi pas  ketemu di kampus lagi, gak ada tuh yang nyinggung-nyinggung soal sakit hati karena unfollow-mengunfollow di twitter. Malah kita jadikan bahan becandaan ala remaja gehol nyaris mirip anak alay tapi cadas. #pret! Kita masih tetap sama kayak dulu. Silaturohim masih tetap terjalin. Masih suka becanda-becanda gak jelas di koridor fuckultas, masih suka pinjem catatan kuliah, masih suka nyapa-nyapa kalau tetiba berpapasan di mall, masih suka melempar batu bata di kepala satu sama lain (eh yang ini gak ding).

Paling apes juga kalau pada saat di-bully oleh teman-teman atau orang yang tidak dikenal secara langsung di-@mention. Penyebabnya banyak, diantaranya karena memang lagi iseng, kita-nya yang sok tahu, ada trending topic yang ngena banget dengan kebiasaan kita yang bisa dijadikan bahan untuk mem-bully, dkk. Saya sering di-bully malah. Yang paling heboh dan bikin galau waktu di-bully oleh @Veh*nd*j* dan followers-nya. Penyebabnya karena saya yang sok tahu menanggapi “miring” twit dari @Veh*nd*j* tersebut. But what, yah setidaknya saya bisa menarik perhatian beberapa followers-nya dan memperbanyak mention-an. Dafuk! :))

So, bagi saya twitter dan media social lainnya hanyalah hiburan semata. Media pelarian dari kejamnya dunia, dari aktivitas yang bikin pikiran mumet. Tempat saya memamerkan hal-hal yang tidak saya miliki, tempat saya menyombongkan hal yang tidak perlu disombongkan karena memang saya gak punya somb*ng. Haha... Tempat saya berkeluh kesah tentang kehidupan. Tempat saya meng-kepo-i gebetan. Tempat saya me-nyinyir seperti nenek sihir. Tempat saya membuat pencitraan.  Tempat saya berkenalan dengan teman baru. Tempat saya mem-bully orang lain dengan #nomention. Tempat saya mem-bully diri sendiri. Tempat saya nyampah, dan yang pastinya bukan tempat saya untuk buang hajat. Karena kalau buang hajat itu tempatnya di WC! Oke bro... #Okesip

Selamat mengikuti euforia ber-twitter sebelum twitter jatuh pamor kayak friendster dan mungkin sebentar lagi facebook. #Kalem


Follower             : Pengikut/ teman.
Twit/Tweet        : Posting-an, berkicau, menulis. Kalau di facebook istilahnya mirip dengan “status”.
Retweet             : Mem-posting ulang. Di-copas.
Follow                : Mengikuti, menjadi teman.
Unfollow        : Tidak mengikuti lagi, tidak menjadi teman lagi. Kalau di facebook istilahnya mirip dengan “unfriend” atau   “remove”.
Hestek                : (Hashtag) Label, tanda “#”
Mention          : Menyebutkan (menyebutkan account), diawali dengan tanda “@” kemudian nama account twitter seseorang. Misal @siveno
Bully                   : Mengganggu, mengolok, menggertak.

Rabu, 09 Mei 2012

Saya Kena Syndrome Shy-Shy Cat?


Belakangan ini saya agak stres dengan perbaikan skripsi yang tak kunjung di-acc oleh pembimbing. Sudah dua minggu saya harus gigit jari setiap  menanyakan kabar skripsi kepada pembimbing yang jawabannya selalu “masih diperiksa”. Apa boleh buat, kalau saya desak terus yang ada si dosen mungkin bakal kesal  dan kemungkinan terburuknya adalah skripsi saya bakal di-pending satu semester. Ya, setidaknya seperti itulah pengalaman senior-senior yang diceritakan kepada saya.

Dalam masa menunggu tersebut,  hari-hari saya habiskan untuk menonton film atau serial drama musical favorit di laptop. Selebihnya palingan dengar musik atau jalan-jalan gak jelas. Bagaimana dengan kerjaan? Ah, saya sudah resign sebulan yang lalu. Kebijakan semena-mena perusahaan bikin saya muak. It feels like i’m a broke man, so ini membuat saya harus berhemat. Galaxy tab saya sudah 3 minggu tak berpulsa, and it’s just a tab for playing game, lately. Haha...

HP butut saya lalu bunyi, sms masuk dari sebuah nomor. Saya tau siapa ini. Orang yang dua minggu lalu ngajak kenalan via facebook. Nomor-nya belum saya save.
“Hope u remember our appointment tonite.” Begitu isi sms-nya.
Haha... saya lupa kalau malam ini saya punya janjian. Mungkin karena saya gak terlalu berharap dan ragu-ragu untuk bertemu dengan orang tersebut. Sebelumnya dia pernah mengajak saya bertemu, namun saya tolak dengan alasan sibuk mengerjakan skripsi. Setelah itu dia pun mengajak lagi,  dan saya menjawab “minggu depan” dengan kesan ogah-ogahan,  sebenarnya.

Saya lalu membuka akun facebook-nya lagi. Berusaha untuk “membaca” kepribadian orang ini melalui sosial media, sekali lagi. Namun tak ada apa-apa di sana yang bisa membuat saya tertarik. Ah, foto profil-nya hanya gambar kartun. Foto-foto yang lain tidak ada. Info profilnya pun gak lengkap, hanya ada info Current City: Makassar. Di wall-nya kebanyakan tag gambar iklan-iklan produk gadget dari akun marketer. Benar-benar absurd orang ini. Actually, saya malas meladeni orang-orang seperti ini. Akun alter pasti. Kenapa harus menutupi identitas? Takut di-bully? Takut dengan cyber-crime? Punya banyak akun buat nyepik? Cemen! Ilusi pikiran yang berubah jadi rasa penasaran.

“So?” Dia meng-sms lagi.
Dia butuh kepastian, mungkin. Ah, kalau begini saya jadi gak enak, sudah terlanjur janji. Saya pun menyesal sudah meladeni orang ini dan memberinya nomor HP.  Dengan bimbang, saya lalu membalas pesan singkat tersebut.
“Ok. Mau ketemu di mana?”
“Bolevard, depan BCA. 15 menit lagi.” Balasnya kemudian.
“Oke sip.” Saya pun memaksa tubuh saya untuk bangkit dari tempat tidur, mematikan laptop kemudian meraih sweater merah kesayangan yang bertuliskan “Social Science” di depannya. Ini sweater persatuan dengan teman-teman kerja dulu. Tanpa ba-bi-bu saya langsung cabut. Palingan ketemu 5 sampai 10 menit terus langsung balik, pikirku.

Motor pun melaju ke arah jalan Bolevard. Lumayan dekat, hanya satu kilometer saja. Setelah sampai depan Bank BCA, saya pun menunggu.
“U di mana? Saya sudah depan BCA.” Send.
“Wait.” Balasnya.

Tak lama kemudian seseorang mengagetkanku dari belakang.
“Maaf, Veno ya?” sahutnya dengan sopan.
“Ii... ii... iya.” Jawabku terbata-bata. Sambil menjabat tanganku dia memperkenalkan namanya. Damn! Di luar dugaanku, orang ini luar biasa... Ah, kalian pasti tahu apa yang ingin saya sampaikan. Ok, jika dideskripsikan orang ini penampakannya seperti bintang film barat. Artis korea mah lewat. Haha... Cara berpakaiannya sih sederhana, tapi itu  cukup membuatku terpesona pada pandangan pertama. *Soundtracklagunya RAN mode: on*. Hehe...
Yah, tadi gak sempat pake minyak sinyong-nyong, gak sempat mandi pula. *Stay calm*

Setelah memperkenalkan diri masing-masing, kami pun bergerak menuju MCD Pettarani. Di sana kami terlibat dalam obrolan yang berkualitas, layaknya teman lama yang baru ketemu lagi. Tak kusangka orang ini cukup cerdas dan berwawasan luas. Diajak ngobrol apa saja nyambung. Selera humornya juga bagus. Ternyata dia berprofesi sebagai IT staf dan lulusan Brawijaya.
“Oh, berarti dulu tinggal di Malang ya? Aku punya keluarga di sana.” Sahutku.
“Di mana, Ven?”
“Kepanjen.”
Dan ternyata kita punya minat yang sama. Selera musik yang sama  dan sama-sama suka nonton Glee. What a day! Bisa dibilang soundtrack yang pas waktu itu adalah lagunya Adele, Melt MyHeart to Stone. Hehe...

Setelah kejadian itu, kami pun sering sms-an dan sesekali ketemuan. Ya, you know-lah bagaimana orang kalau lagi ta’ laju lope[i]. Haha... kadang ada perasaan malu atau takut untuk sms duluan. Takut jika terkesan “murah” atau malu jika feeling-nya gampang ketebak dengan orang yang bersangkutan. Perasaan seperti itu saya sebut dengan istilah sindrome shy-shy cat. Jujur, saya lagi kena sindrome ini. Dan mungkin saja dia juga lagi kena. Atau mungkin hampir setiap orang yang kasmaran kena sindrome ini. Kodong! [ii]

Intinya, kalau tidak mendapat kabarnya sehari saja, pengen mati rasanya. Kalau sudah begitu, biar gak keliatan lagi rindu-rindu amat, saya nekat dengan mengirimkan sms berupa kata-kata mutiara atau motivasi yang saya dapat dari twitter. Haha... So old and plagiarism!
Kadang dibalas dengan “Hi Ven? Lagi bikin apa? ” atau cuma emoticon senyum seperti “:) :D :)) :p”

Selang beberapa minggu kemudian, hari-hari yang terlewati penuh lope-lope di udara terhapus hanya dengan sms-nya yang datang di malam hari itu, seperti biasa saat saya sedang galau skripsi.
“Ven, what are you doing?”
“Nope, just listening music. U?”
“I wanna tell ya something.”
“Yes?”
“Saya keterima kerja di Surabaya. Besok lusa berangkat.”
“Oh, congratulation. Mau saya antar ke bandara?”
“Thx, ada keluarga kok yang antar.”
“Oke sip. Hati-hati ya.”


Damn! Kenapa harus di Surabaya sih? Kenapa gak di Sungguminasa saja, atau di Pangkep, Pare-Pare atau mungkin di Bulukumba? Setidaknya masih bisa ditempuh dengan naik mobil daerah. Ah, gak jodoh berarti. Gumamku. Kata nenek moyang, entah neneknya siapa, kalau jodoh itu gak akan lari kemana. Tapi tidak untuk atlet pelari sih, menurutku. Sesuai peribahasa, asam di gunung garam di laut, bertemunya dalam belanga. #Okesip

Saya pun tertidur dengan laptop masih menyala. Glee season 3 episode 16 yang belum selesai saya tonton serasa tak menarik malam itu.

#END


[i] kasmaran.
[ii] kasihan.

Jumat, 04 Mei 2012

Thanks, Buddies


Apa yang kamu rasakan bila kamu mendapat perhatian dari teman-temanmu saat kamu lagi “down”?
Dan apa yang kamu rasakan bila banyak orang yang merindukan kehadiranmu lagi?
Bahagia? Oh, tentu saja.

Ya begitulah yang saya rasakan akhir-akhir ini. Begitu banyak pesan berupa sms, message di facebook, DM di twitter dan YM yang hampir semuanya berisi pesan rindu. Saya tadinya berpikir bila saya hanyalah “nobody” dan “invisible”. But for this reason i believe some people admit the existence of myself. Thanks teman, saya sementara berjuang. Doakan semoga urusan saya dimudahkan dan kita akan bertemu lagi, someday.

Selain itu, Tuhan memberikan ujian berat untuk saya kali ini. Bertubi-tubi dan sukses membuat saya “jatuh”. Namun, saya bahagia punya teman yang peduli dengan saya. Teman yang senantiasa memberi semangat dan saran, yang mengingatkan saya untuk selalu berpikir positif serta mendoakan saya. Bagi saya itu lebih dari cukup. Hope Allah will make your and my pray become true.

Dear best buddy, this is the song for you to remind us a lot of memories: SomewhereOver the Rainbow.
video

Kamis, 08 Maret 2012

Hidup Memang Keras!

Sometimes, life does not fair!

Ada yang makan sedikit saja terus langsung gemuk. Ada yang sudah makan banyak-banyak tapi gak gemuk-gemuk. Oh life!

Ada yang kerjanya santai download film  di kantor, trus dapat gaji lumayan tiap bulan. Ada yang kerja keras banting tulang peras keringat tapi hasilnya Cuma bisa buat makan sekali. Oh life!

Ada yang sering keluyuran tiap malam, nongkrong di mall, titip absen, terus pas pengumuman, nilainya bagus. Ada yang tiap malam belajar , nongkrong di perpustakaan, rajin kuliah, tapi pas pengumuman, nilainya jelek. Oh life!

Ada yang jarang sholat, jarang berdoa, tapi hidupnya mulus, tajir gila! Ada yang rajin sholat, rajin berdoa, tapi hidupnya tergopoh-gopoh, miskin! Oh life!

Ada yang pintar tapi gak lulus CPNS/ lamar kerja. Ada yang bodoh atau biasa-biasa saja karena banyak link bisa lulus CPNS/ lamar kerja. Oh life!

Ada yang cakep/ cantik, punya pacar di mana-mana, banyak yang suka. Ada yang jelek, punya pacar pun karena faktor kasihan. Oh life!

Hidup memang keras, Jenderal!!!

Rabu, 22 Februari 2012

Buat Komik dan Melukis

Waktu masih kecil saya suka banget menggambar. Saking sukanya menggambar, malah sempat bikin komik sampai 3 edisi (SD kelas 6, sekitar tahun 2000). Judulnya “Zeo Rangers”. Tema komiknya tentang 5 orang pahlawan super pembasmi monster. Ceritanya mirip-mirip dengan “Power Rangers”. Memang sih, karena pada saat itu lagi booming-nya serial Power Ranger yang ditayangkan di Indosiar setiap malam sehabis magrib.

Foto di bawah ini adalah potongan komik saya yang edisi ke-2 dan ke-3. Edisi pertama gak tau kemana. Ini pun nemunya di tumpukan buku-buku lama saya waktu lagi beres-beres kamar.
Zeo Rangers - Edisi ke-2


Zeo Rangers - Edisi ke-3

Gaya gambarnya mirip komik Shinchan ya? Hahaha… waktu SD saya suka baca komik itu, jadinya sedikit-banyak memengaruhi gaya menggambar saya. Ini buatnya dengan cara tradisional banget. Cuma pake pensil 2B dan penggaris.


Nah  kalo yang ini lukisan saya waktu SMA. Ceritanya waktu itu disuruh melukis objek manusia oleh guru kesenian saya, namanya Pak Jay (Zainuddin). Saya melukis Jessica Alba (ambil foto dari majalah), tapi teman bilang jadinya malah mirip Angelina Jolie. Iyakah? Haha :p
Alba or Jolie Wanna Be :p


Lukisan yang di atas saya pajang di dinding kamar lho! Yang mau beli saya jual dengan harga $999. Kidding... :)

Rabu, 15 Februari 2012

Kecelakaan

sumber gambar: m.okezone.com
Dua hari yang lalu saya mengalami “masalah di jalan raya”. Mungkin bisa disebut kecelakaan kecil. Jadi kronologis kejadiannya seperti ini:

Sore sekitar pukul 17.00, sepulang dari rumah dosen yang tinggal di perumahan dosen Antang, saya hendak menuju kantor yang terletak di jalan Pongtiku. Saat itu cuaca sedang tidak bersahabat, hujan begitulah. Setelah memasuki jalan pettarani, hujan mulai reda. Sampai akhirnya saya berada di depan Kantor PU, peristiwa itu terjadi.

Motor saya saat itu melaju antara 20-40km/jam. Tidak kencang bukan? Kemudian mobil yang di depan saya yang tadinya melaju agak kencang, kemudian melambat sangat pelan. Saya yang ingin menjaga jarak (karena posisi dengan mobil di depan sangat dekat) lalu saya mengerem motor. Namun karena jalanan yang licin akibat hujan tadi, motor saya pun ter-slip/ goyah dan akhirnya oleng ke samping kiri. Saya berusaha menahan motor sekuat tenaga dengan kaki. Tapi, dalam hitungan sepersekian detik (entah bagaimana) tiba-tiba ada mobil Grandmax grey yang melaju dari belakang sehingga setir bagian kiri saya mengenai/ menimpa mobil tersebut. Mobilnya penyok bagian kanan dekat lampu belakang. Oh my… Kalian pasti bisa merasakan perasaan saya saat itu. Nervous!

Mobil tadi menepi. I’m in trouble, tapi saya tidak melarikan diri. Karena merasa bertanggung jawab, saya menghampiri mobil tersebut. Saya ingin menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. Setelah mendekati mobil tersebut, si supir (mungkin seumuran atau mungkin sedikit lebih tua dari saya) langsung mencabut kunci motor saya. Saya kaget! (dalam hati saya: "hei… tidak kah kau bisa sopan sedikit? Tidakkah kau melihat niat baik saya yang datang menghampirimu?")
Rupanya mobil tersebut ditumpangi oleh satu keluarga. Sekitar empat orang, tiga orang (adik-supir-cowok, kakak cowok, dan ibu) mendatangi saya, satu orang cewek menunggu di dalam mobil.

Dengan sopan saya menjelaskan kejadian tersebut versi saya kepada mereka. Tapi dibantah dengan versi mereka. Mereka bilang saya menyalip. Saya gak mau ngotot. Karena bila saya ngotot, masalah ini tidak akan selesai dengan baik-baik. Si Ibu lalu meminta tanda pengenal saya. Saya berikan KTP. Terus dia bilang “ini KTP masanya sudah mau mati, ada yang lain?”
Dalam hati saya: “Bu, saya gak mungkin lari, toh dalam KTP itu ada alamat lengkap saya. Mau sekalian saya berikan SIM A,B,C, kartu mahasiswa, kartu perpustakaan, ATM, atau kartu askes?” hehe :p

Saya lalu memberikan SIM C saya. Biarlah! Saya yakin, KTP dan SIM tersebut akan kembali kok. Kami lalu bertukar nomor HP layaknya orang kenalan :p. Setelah itu saya melanjutkan perjalanan. Saya mengurungkan niat untuk ke kantor dulu, tapi saya menuju rumah untuk konsultasi kepada ayah dan kakak (perasaan gw gak tenang coyyy!). Kakak menyarankan untuk bicara baik-baik. He said that this is just a human error, just small accident. Calm down!

Kakak saya bilang: “komunikasikan saja dulu. Semua masalah pasti akan selesai jika kita mau berkomunikasi dengan baik. Diskusi, bicarakan bagaimana baiknya. Jangan menyelesaikan masalah dengan emosi”.

Konsultasi dilanjutkan malam hari karena saya harus ke kantor untuk ngajar. Intinya, besok saya dan kakak akan datang ke rumah si-pemilik Grand max tersebut.

Besoknya, saya dan kakak ke rumah mereka. Karena datang dengan niat baik, kami juga disambut baik. Pembicaraan malah lebih banyak ke arah perkenalan, membicarakan profesi masing-masing dan hubungan kerjasama. Alhamdulillah masalah selesai. Terima kasih kak, dan keluarga grand max :)

Satu hal yang bisa saya ambil pelajaran dari kejadian ini. Yaitu KOMUNIKASI! Setiap masalah hendaknya dibicarakan dengan baik-baik. So, kalau kalian punya masalah dengan pacar, bicarakan baik-baik! Jangan mengambil keputusan secara sepihak :)

Well, selamat hari kasih sayang guys! Saya gak merayakan sih, cukup tahu saja :)
Kalau ada yang mau ngasih saya cokelat, dikirim ke rumah ya! ;p