Long weekend yeah! Meskipun sebenarnya weekend gak
weekend tetap saja sama menurut saya. Tapi kali ini ceritanya bukan tentang
liburan ya.
Sebelum weekend yang boring ini, saya
sempat jalan-jalan ke tempat kerja dulu yang di cabang Daya. Saya bela-belain datang
dari jauh cuma buat ngopy serial TV favorit saya. Glee season 3, 2 Broke Girls dan New Girl. Khusus dua serial yang terakhir saya
sebutkan barusan sebenarnya bukan serial TV saya banget-lah mamen. Tapi karena saya disuruh nonton sama kak
Ayu (teman kerja dulu yang freak banget sama film serial barat) jadilah saya
ikut-ikutan suka, haha... Tapi untuk kali ini saya gak bakal cerita tentang
kesukaan saya akan tiga serial ini.
Setelah ngopy serial TV tadi, saya diajak ngobrol-ngobrol sama Sri. Maklum lah saya ini
banyak yang ngangenin. haha... Oh iya, Sri ini pernah saya ceritakan di
postingan-postingan sebelumnya.
Ngobrolnya berbobot banget bro,
disamping karena Sri-nya memang yang ‘berbobot’ dia juga suka memakai sepatu
‘Bot’ kalau bobo. halah...
Semua topik pembicaraan dilibas. Mulai
dari nanya-nanya perbaikan skripshit saya (perhatian banget dia ya),
teman-teman jurusannya yang wisuda september tahun lalu yang belum dapat kerja,
tentang isi blog saya yang galau mulu, tentang masa depan kita berdua, sampai
pada tentor-tentor dia yang dulunya menarik sekarang sudah tidak menarik.
Khusus yang terakhir itu kayaknya
menarik untuk saya bahas.
Well, Sri bilang kalo dulunya dia pernah naksir sama seorang tentor karena
kharisma-nya gak nahan. Suka
kajili-jili bin alay kalo tau tentor itu akan ngajar di kelasnya. Suka semangat
45 pas si tentor sedang ngajar. Suka ngegosip cas-cis-cus ala gadis belia labil
kalau lagi ngumpul sesama kaum-nya, dan bahan gosipnya adalah si tentor yang
tadi. Oh my Goat...
Tapi itu bertahun-tahun yang lalu.
Sekarang? Dia bahkan sudah agak lupa-lupa-ingat kalau pernah jadi secret
admirer-nya si tentor bersangkutan. Katanya Sri sempat ketemu dengan tentor itu
di Mall beberapa hari yang lalu.
Tapi perasaan Sri biasa-biasa saja. Sudah gak kajili-jili lagi kayak dulu.
Mungkin karena seiring berjalannya waktu, seiring seringnya Sri bertemu dengan
banyak cowok rupawan seperti saya ini, seiring banyaknya masalah yang silih
berganti menerpa yang membuat kita termasuk Sri menjadi selfish, atau bisa jadi
karena cepat bosan juga.
Dalam kasus yang lain, mungkin kita
pernah mengagumi seseorang di facebook atau twitter. Kemudian kita berusaha
mendapatkan perhatiannya dengan sering me-like statusnya, mengomentari
statusnya, me-Retweet setiap tweet-nya, dsb. Lalu berusaha mendapatkan
nomornya. Untung-untungan bisa bertemu dengan sang pujaan. Namun setelah apa
yang kita dapatkan tercapai, ya semuanya kemudian seolah biasa saja.
Saya lalu
berpikir, ya inilah hidup. Kadang ada orang yang begitu sangat suka dengan
kita, sangat mengagumi kita, tapi seiring berjalannya waktu perasaan-nya ke
kita pun lama-lama menyusut bahkan lenyap. Inilah yang disebut hanya sebatas
kekaguman. Sangat berbeda jauh dengan sayang atau cinta yang tidak mengenal
waktu dan tidak mengalami penyusutan/depresiasi.
Tapi semuanya
tergantung dari pribadi masing-masing.
![]() |
| sumber gambar: canondee.blogspot.com |
Tentor: Guru di bimbingan belajar

